Tadarus Al Qur’an diBulan Ramadhan

20 08 2008

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, karena di dalamnya terkandung beribu kebaikan. Tidak heran pada bulan ini semua umat Islam berlomba-lomba mencari kebaikan, termasuk tadarus (membaca) Alquran. Pada malam hari Ramadlan, masjid-masjid marak dengan bacaan Al-Qur’an secara silih berganti. Tidak jarang, bacaan tersebut disambungkan pada pengeras suara. Semua itu dilakukan dengan satu harapan: berkah Ramadlan yang telah dijanjikan Allah SWT.

Bagaimana  hukum melakukan tadarus tersebut ?

Pada bulan Ramadhan, pahala amal kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Abu Hurairah RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang memeriahkan bulan Ramadlan dengan ibadah/qiyamu ramadhan; (dan dilakukan) dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka akan diampuni segala dosanya yang telah lalu”. (Shahih Bukhari, h.1870)

Al-Shan’ani dalam kitabnya Subulus Salam menjelaskan, qiyam ramadhan (dalam hadist  diatas) adalah mengisi dan memeriahkan malam Ramadlan dengan melakukan shalat dan membaca Al-Qur’an. (Subulus Salam Juz II, h. 173)

Membaca Al-Quran pada malam hari di bulan Ramadhan sangat dianjurkan oleh agama. Kemudian bagaimana jika membaca Al-Quran secara bersama-sama, yang satu membaca dan yang lain menyimak?

Syaikh Nawawi Al-Bantani menjawab, termasuk membaca Al-Quran adalah mudarasah, yang sering disebut dengan idarah. Yakni seseorang membaca pada orang lain. Kemudian orang lain itu membaca pada dirinya. Yang seperti itu tetap sunah.” (Nihayah al-Zain, 194-195)

Dapat disimpulkan bahwa tadarus Al-Quran yang dilakukan di masjid-masjid pada bulan Ramadhan tidak bertentangan dengan agama dan merupakan perbuatan yang sangat baik, karena sesuai dengan tuntunan Rasul. Jika dirasa perlu menggunakan pengeras suara  agar menambah syiar Islam, maka hendaklah diupayakan sesuai dengan keperluan dan jangan sampai menganggu pada lingkungannya.

(Alif **dikutip dari buku Fiqh Tradisionalis karya KH. Muhyidin Abdussomad h. 183)

About these ads

Aksi

Information

4 tanggapan

22 08 2009
rio

Memang baik, tapi yang menjadi masalah adalah penggunaan SPEKER LUAR YANG SUARANYA KERAS2, sehingga dapat mengganggu :
1. Orang yang tidur/istirahat, karena besuk pagi harus beraktivitas yang hukumnya WAJIB (Sekolah, Bekerja).
2. Anak kecil BALITA yang pendengarannya sesnsitif dan dia bisa kaget2 pada waktu malam.
3. Orang Sakit yang membutuhkan suasana tenang.
4. Orang Non Muslim yang juga perlu kita hargai dan berhak mendapatkan ketenangan.

NAN MASALAH KERASNYA INI, HARUS TEGAS BATASANNYA.

8 08 2011
kanaya

speaker active not speker kaleeeeee…. boleh mengkritik tp d perhatikan pd saat mengkritik, bsa jd anda yang akan d kritik…

24 08 2011
amin

tapi seingat saya dulu org2 kampung kalau ada tadarusan tdk ada yg bising ko’ malah senang … malah senang bisa memeriyahkan bulan rimadhon, bisa membedakan antara bulan yg lain. dan juga bukan setiap hari melainkan dalam setahunnya cuman satu bulan itupun bulan yg selalu kita nanti2kan. kalau yg merasa tergaggu saya rasa itu org yg kurang beriman, besok kerja itu bukan alasan, malah kadang kalau di tempatku sampai jam sahur../ jam 4 setelah tadarusan meneruskan membangunin org dg kata2 sahuuuuur sahuuur. bilang aja yg meresa usil tdk setuju.. kadang yang gini ini dari kelompok wahabi juga aliyas jaliyad yg kurang faham. ingin menghilangkan syiar islam… alias anak buahnya abu lahab.

26 08 2011
Daisuki Ga Anata

Ya betul..! Jgn terlalu keras. Sedang2 sj dan tdk trllu mengganggu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: