Berbuka Puasa Menurut Ajaran Rosulullah

10 09 2008

Setelah sebelumnya sudah disajikan mengenai sahur menurut sunah Rasulullah, kini sebagai lanjutannya adalah berbuka berdasarkan ajaran nabi. Ketika berbuka puasa tidak hanya melepas dahaga dan lapar, tapi juga ada tuntunannya agar menjadi berkah.

BERBUKA

1. Kapan orang yang berpuasa berbuka?

Allah ta’ala berfirman, “Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam.” Rasulullah menafsirkannya dengan datangnya malam dan perginya siang serta sembunyinya bundaran matahari.

Syaikh Abdur Razzaq telah meriwayatkan dalam Mushannaf� dengan sanad yang dishahihkan oleh Al Hafizh dalam Fathul Bari (4/199) dan Al Haitsami dalam Majma Zawaid (3/154) dari Amr bin Maimun Al Audi, “Para shahabat Muhammad adalah orang-orang yang paling bersegera dalam berbuka puasa dan paling lambat dalam sahur.”

2. Menyegerakan berbuka

“Wahai saudaraku seiman, wajib atasmu berbuka ketika matahari telah terbenam, janganlah dihiraukan rona merah yang masih terlihat di ufuk, dengan ini berarti engkau mengikuti sunnah Rosulmu shallallahu alaihi wa sallam, dan menyelisihi Yahudi dan Nashara, karena mereka mengakhirkan berbuka hingga terbitnya bintang.”. Itulah ucapan Rasul kepada para sahabatnya ketika itu.

a. Menyegerakan berbuka menghasilkan kebaikan. Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu anhu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Manusia akan terus dalam kebaikan selama menyegerakan buka.” (HR Bukhari dan Muslim).

b. Menyegerakan buka adalah sunnah Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu anhu, Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Umatku akan terus dalam sunnahku selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa).” (HR Ibnu Hibban).

c. Menyegerakan buka berarti menyelisihi Yahudi dan Nashara. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Agama ini akan terus jaya selama menyegerakan buka, karena orang Yahudi dan Nashara mengakhirkannya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Hibban).

d. Berbuka sebelum salat maghrib. Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam berbuka sebelum salat maghrib (HR Ahmad, Abu Dawud), karena menyegerakan berbuka termasuk akhlaknya para Nabi. Dari Abu Darda radhiyallahu anhu, “Tiga perkara yang merupakan akhlak para nabi: menyegerakan buka, mengakhirkan sahur, meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dalam salat.” (HR Thabrani).

3. Berbuka dengan apa?

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menganjurkan berbuka dengan kurma, kalau tidak ada dengan air, ini termasuk kesempurnaan kasih sayang dan semangatnya Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam (untuk kebaikan) umatnya dan dalam menasehati mereka.

Allah berfirman, “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari bangsa kamu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan kebahagiaanmu), terhadap orang-orang mukmin ia amat pengasih lagi penyayang.” (QS At Taubah: 128).

Dengan memberi sesuatu yang manis (kurma) pada perut yang kosong, maka tubuh akan lebih siap menerima dan mendapatkan manfaatnya, terutama tubuh yang sehat, akan bertambah kuat dengannya. Dan bahwasanya puasa itu menghasilkan keringnya tubuh, maka air akan membasahinya, hingga sempurnalah manfaat makanan.

Dan ketahuilah, bahwa kurma itu memiliki barakah dan kekhususan -demikian pula air- memiliki efek yang positif terhadap hati dan mensucikannya, tiada yang mengetahuinya, kecuali orang-orang yang ittiba atau mengikuti.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata, “Nabi shallallahu ?alaihi wa sallam biasa berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma, beliau minum dengan satu tegukan air.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah).

4. Apa yang Diucapkan ketika Berbuka?

Orang yang menjalani ibadah puasa hakekatnya sedang beribadah untuk Allah SWT. Karena puasa adalah salah satu ibadah untuk Allah, dan Allah pulalah yang membalasnya. Karena itu hubungan hamba dengan Allah ketika itu sangat dekat. Sebaiknya perbanyaklah berdoa.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu ?alaihi wa sallam, “Ada tiga orang yang tidak akan tertolak doa mereka: seorang yang puasa ketika sedang berbuka, seorang imam yang adil, dan doa seorang yang terzholimi.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban).

Dan dari Abdullah bin Amr bin al Ash berkata, Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh bagi orang yang berpuasa itu memiliki doa yang tidak akan tertolak ketika berhias.” (HR Ibnu Majah, Al Hakim).

Do’a yang paling utama (adalah) yang matsur (diajarkan) dari Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dan sungguh Nabi shallallahu alaihi wa sallam biasa berdo’a ketika berbuka, “Telah hilang dahagaku, telah basah urat-uratku, dan telah tetap pahala Insya Allah.” (HR Abu Dawud, Al Baihaqi).

5. Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa memberi makan seorang yang berpuasa, ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya.” (HR Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Dan apabila seorang muslim yang sedang berpuasa diundang makan, wajib baginya untuk memenuhi undangan tersebut. Karena barangsiapa yang tidak memenuhi undangan, maka sungguh ia telah mendurhakai Rasul.

Dan disukai bagi yang diundang (makan) untuk mendo’akan kebaikan kepada si pengundang setelah selesai makan, sebagaimana telah datang dari Nabi shallallahu ?alaihi wa sallam do’a yang bermacam-macam, di antaranya:

“Orang-orang yang baik telah makan makananmu dan para malaikat telah bershalawat kepadamu serta orang-orang yang berpuasa telah berbuka di rumahmu.” (HR Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, An Nasa`i, dan yang lainnya).

Diolah dari berbagai sumber


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: