Pemberian Seekor Gagak

11 09 2008

 

Sejak tadi malam Ibrahim bin Adham sudah mempersiapkan segala keperluan berburunya. Memang, berburu binatang di hutan belantara adalah kegemarannya; walau harus menginap di tengah hutan. Karenanya, sebelum berangkat, ia berulang-ulang memeriksa panah, pisau, serta bekal makanan yang cukup untuk dibawa.

Menjelang tengah hari, ia baru sampai di hutan. Lelaki itu pun mulai melakukan perburuannya tanpa mengenal lelah. Dengan berani ia mengitari setiap pelosok hutan untuk mendapatkan binatang buruan. Namun hingga sore menjelang, tak ada seekor binatang pun terkena anak panahnya.

“Uh! Ke mana sembunyinya binatang-binatang itu!” umpat Ibrahim kesal. Lalu, ia mencoba berjalan ke arah lain.

“Aneh, tak ada satu pun binatang buruan!” gerutunya.

“Ah, lebih baik aku istirahat dulu. Siapa tahu binatang-binatang itu muncul sebentar lagi,” gumam Ibrahim seraya duduk di bawah pohon besar. Tapi, ternyata binatang-binatang di hutan itu tidak menampakkan diri.

Perutnya pun terasa amat lapar. Lalu, ia mengeluarkan bekal makanan yang dibawanya. Diambilnya sepotong roti untuk menghilangkan rasa laparnya. Tiba-tiba, seekor burung gagak datang ke arahnya. Ibrahim segera menyambar busur dan anak panahnya. Hatinya sedikit terhibur dengan kedatangan burung gagak itu.

“Lumayan. Daripada tidak dapat binatang buruan ….”

Dengan cepat dipasangnya anak panah pada busurnya. Lalu, diarahkan pada burung gagak itu. Burung gagak terbang mendekat. Tanpa diduga ia menyambar roti lbrahim. Kemudian secepat kilat gagak itu pun terbang tinggi dan menjauh.

Ibrahim tambah kesal. Gagak yang diincarnya itu malah membawa rotinya. Entah ke mana perginya. lbrahim melayangkan pandangannya ke angkasa. Lalu mengejar burung gagak itu. la ingin sekali mengambil kembali rotinya sekaligus memburu gagak yang sudah berani mengakalinya. lbrahim orang yang kikir. la tidak pernah mengeluarkan sedekah atau beramal sedikit pun. Maka, sepotong roti yang dibawa burung gagak itu pun akan direbutnya.

lbrahim terus mengejar burung gagak. Tanpa terasa ia sampai di sebuah lereng bukit. Samar-samar, lbrahim melihat seseorang tergeletak di tanah. la menghampiri orang itu. Tangan dan kakinya terikat. Kali ini, ia merasa kasihan melihat lelaki itu. Timbul keinginan untuk menolongnya. Maka, dilepaskannya ikatan yang menjerat orang itu.

“Terima kasih, kau sudah melepaskan aku dari ikatan ini,” ujar lelaki itu menahan sakit.

“Kau ini siapa?” tanya lbrahim.

“Aku seorang pedagang yang bernasib malang.
Sekawanan perampok merampas barang daganganku. Aku diikat di tempat yang sunyi ini,” kata orang itu.

“Sudah berapa lama kau terikat di sini?” tanya lbrahim. “Tujuh hari tujuh malam.”

“Selama itu? Bagaimana kau bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum?”

“Sungguh, Allah Maha Penyayang. Setiap hari ada seekor burung gagak yang menjatuhkan sepotong roti di dekatku,” sahut lelaki itu.

“Burung gagak?” lbrahim terhenyak. la teringat pada burung gagak yang sedang dikejarnya. Tadi, gagak itu pun mengambil sepotong roti darinya.

“Apa tadi ada seekor gagak yang menjatuhkan roti di sini?” tanya lbrahim penasaran.
“Ya. Aku baru saja memakan roti itu,” jawab lelaki itu. lbrahim tertegun. Ternyata, gagak itu tidak memakan rotinya. la menjatuhkan roti itu tepat di dekat seorang manusia yang kesusahan. Karena pemberian gagak itu, lelaki tadi terlepas dari kelaparan selama tujuh hari tujuh malam.

“Subhanallah!” seru lbrahim takjub.

“Burung gagak itu dikirim Allah untuk menolong orang yang kelaparan?” desis Ibrahim.

“Ah, seekor gagak saja ingin beramal, apalagi seorang hamba Allah yang mampu,” bisik Ibrahim dalam hati. Ia berjanji akan membuang jauh-jauh sifat kikirnya.

 


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: